Tags

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

Edy Zaqeus

Pengusaha senior yang sukses seperti Bob Sadino ini pastilah kaya pengalaman dan wawasan. Namun, orang-orang sukses seperti Om Bob ini tidak selalu memiliki waktu dan keterampilan untuk menuliskan sendiri kisah hidupnya. Mereka membutuhkan penulis profesional untuk mengabadikan buah pikirnya.

“Anda harus melakukan hal yang anda pikir tidak dapat anda lakukan.”
Eleanor Roosevelt

Menulis buku bersama penulis profesional adalah alternatif terakhir yang sebenarnya hanya perlu dipilih jika kita benar-benar sudah angkat tangan dengan keseluruhan proses penulisan buku. Namun, ini bukan cara yang sama sekali harus dihindari. Bahkan, bagi orang-orang yang sangat sibuk, menulis bersama penulis profesional ini dapat menjadi salah satu pilihan yang efisien dan efektif. Karena berbagai alasan mereka sama sekali tidak bisa meluangkan waktu untuk menulis dengan baik. Mau tak mau, demi sebuah impian, menggunakan jasa penulis profesional adalah alternatif yang sah.

Tidak dimungkiri, bagi sebagian orang, menulis sama sekali asing dan begitu sulit untuk dikerjakan. Ketika mereka belajar menulis dari nol, ada saja kesulitan-kesulitan yang dihadapi. Sementara pada waktu mereka memaksakan diri menulis buku, akhirnya toh tetap sulit diwujudkan dalam waktu singkat. Padahal, menulis benar-benar diinginkan dan diyakini akan mendatangkan nilai tambah. Dalam situasi seperti ini, tidak berarti orang harus berhenti atau mengubur keinginannya untuk membuat sebuah buku.

Di sinilah peran penting para penulis profesional. Ada tiga model penggunaan tenaga profesional. Pertama, jika waktu luang untuk menulis sama sekali tidak ada, kita bisa menggunakan jasa seorang ghost writer (penulis bayangan). Seorang ghost writer adalah penyedia jasa penulisan dengan profesional fee tertentu, yang dapat diminta menulis untuk dan atas nama kita. Klien cukup memberikan outline, bahan-bahan penulisan, dan menyampaikan tujuan-tujuan penulisan buku. Berikutnya, si penulis bayangan akan membuatkan tulisan berdasarkan pesanan dan bahan-bahan tersebut, hingga menjadi sebuah buku yang sesuai dengan keinginan klien. Ini memang cara menulis buku yang paling tidak merepotkan.

Kedua, kita dapat mengajak seorang penulis profesional sebagai co-writer atau penulis pendamping. Di sini kita mengajak seorang penulis profesional untuk berdiskusi, menetapkan tujuan penulisan buku, mengumpulkan bahan, dan menulis bersama-sama. Prakteknya, kebanyakan penulis pendampinglah yang menjalankan seluruh proses penulisan buku, sementara penulis utama hanya menyediakan bahan-bahan tertulis atau memberikan wawancara. Penulis pendamping di sini hampir sama fungsinya dengan penulis bayangan. Bedanya, nama si penulis pendamping harus dicantumkan di buku bersama si penulis utama.

Ketiga, kita dapat menggunakan jasa editor profesional. Jika kita mampu menyelesaikan draft awal buku dengan baik, namun untuk pengayaan, editing redaksional, dan gaya bahasa, kita merasa kurang PD atau sudah tidak punya waktu lagi, solusinya adalah memanfaatkan jasa seorang editor profesional. Sebenarnya di setiap penerbit buku disediakan seorang editor untuk mengolah dan merapikan setiap naskah buku yang masuk. Tetapi bukan rahasia lagi kalau naskah buku yang sudah rapi memang lebih disukai oleh semua penerbit. Bukan berarti naskah yang rapi editingnya akan selalu diterima penerbit. Tapi naskah seperti ini memang memudahkan dan mempercepat pekerjaan penerbit.

Jika model pertama dan kedua yang dipakai, kita dapat menyerahkan sepenuhnya proses penulisan kepada si penulis bayangan. Sementara untuk model ketiga berarti kita harus menyediakan waktu lebih banyak untuk menulis sendiri dan kemudian menggunakan editor untuk merapikan tulisan. Prinsipnya, memanfaatkan jasa penulis atau editor profesional berarti harus bekerjasama dengan mereka. Kualifikasi tenaga profesional sudah bisa dikenali saat kita menggunakan jasa mereka untuk menggali gagasan melalui teknik wawancara. Namun ada perbedaan prinsip antara kemampuan mewawancarai dengan kemampuan menulis. Orang yang mampu mewawancarai tidak otomatis mampu menulis dengan baik, begitu pula sebaliknya. Namun yang terbaik adalah jika kedua-duanya dikuasai oleh si profesional pilihan kita.

Bagaimana memilih penulis profesional yang bisa bekerja sama dengan kita? Idealnya, kita bisa menggunakan para penulis yang sudah pernah menghasilkan buku-buku bagus. Lebih baik lagi bekerjasama dengan penulis buku-buku best seller. Jika kita belum punya brand di dunia penulisan non fiksi, co-branding dengan penulis best seller akan memberi keuntungan tersendiri. Keuntungan itu adalah naiknya brand kita karena bersanding dan bekerjasama dengan penulis yang terbukti karyanya laris di pasaran.

Untuk penulisan biografi misalnya, baik untuk memilih penulis-penulis biografi yang pernah menulis biografi orang-orang ternama. Sebut misalnya, Ramadhan KH, Usamah Hisyam, Nurinwa, Her Suharyanto, Hubertine Endah, dll. Kualitas penulisan mereka tentu saja bisa diandalkan. Ramadhan KH misalnya, dikenal sebagai penulis biografi yang andal, dan tentu saja namanya punya nilai jual. Buku-buku biografi yang dia tulis biasanya mendapat apresiasi positif. Maklum, sebagai sastrawan Ramadhan dikenal mampu menulis dengan gaya yang khas, mendalam, namun enak dibaca.

Dari mana mendapatkan kontak para penulis buku profesional? Tidak terlalu sulit. Kita bisa mendapatkannya di setiap buku di bagian profil penulis. Biasanya di profil itu ada alamat email, website, atau bahkan kontak telepon yang bisa dihubungi. Kita pun bisa menghubungi klub-klub menulis, sekolah atau kursus-kursus menulis, atau penerbit-penerbit buku untuk mendapatkan nama-nama penulis biografi yang bagus. Saya sendiri bersama sejumlah rekan wartawan membentuk Jakarta Writers Club (JW Club), sebuah klub yang menyediakan jasa penulisan profesional, konsultansi publishing, dan book coaching. Klien yang pernah dan sedang kami garap datang dari beragam profesi, mulai dari pakar, eksekutif bisnis, trainer, akademisi, dan sejumlah profesi lainnya.

Pilihan lain, kita bisa memanfaatkan para wartawan setingkat redaktur, apalagi yang memegang desk yang sebidang dengan tema garapan buku kita. Namun kita tidak perlu khawatir seandainya tidak berhasil menemukan wartawan yang sebidang. Umumnya wartawan adalah para penulis generalis, fast learner, sanggup melakukan riset dalam waktu cepat, dan mereka memang sering di-rolling bidang atau cakupan reportasenya. Dengan jam terbang cukup, mudah bagi mereka untuk mempelajari dan menuliskan bahan-bahan tulisan kita sehingga menjadi buku yang utuh.

Tak hanya wartawan tetap sebuah media masa, kita juga bisa menggunakan jasa para wartawan atau penulis lepas yang biasa menulis feature (karangan khas), menulis kolom-kolom di surat kabar, majalah, tabloid, atau website. Sejumlah freelance editor yang biasa menangani in-house magazine (penerbitan internal) perusahaan-perusahaan maupun lembaga-lembaga tertentu juga menguasai bidang penulisan seperti ini.

Fee untuk penulis buku profesional bervariasi, tergantung dari ketersediaan bahan-bahan penulisan, banyaknya materi yang dibutuhkan, tingkat kesulitan atau kerumitannya, waktu yang dibutuhkan, dan sifat riset yang harus dilakukan. Model ghost writer, co-writer atau hanya editing juga berpengaruh. Penulis-penulis tertentu yang sudah punya nama dan pernah menghasilkan buku best seller mungkin akan menetapkan profesional fee yang lebih besar dibanding misalnya dengan para penulis baru yang belum terkenal.

Saya amati, menulis bersama profesional lumayan populer bagi orang-orang sibuk seperti tokoh masyarakat, pengusaha, selebritis, pekerja profesional, para trainer, dll. Termasuk tokoh politik, yang umumnya suka dengan pilihan pragmatis. Buku berjudul Muhammad Amin Rais Putera Nusantara yang diluncurkan akhir 2003 lalu, dibuat oleh tim khusus yang melibatkan penulis berpengalaman seperti M. Nadjib, yang sudah menghasilkan 50 buku tentang Amin Rais. Buku yang ditujukan untuk mem-branding Amien Rais tersebut memang menyasar gelar Pemilu 2004 lalu. Penyusunannya makan waktu satu setengah tahun dan materi digali melalui wawancara serta pelibatan diri tim penulis dalam kegiatan-kegiatan Amien Rais.

Berikutnya artis kawakan Lenny Marlina juga meluncurkan otobiografi berjudul Si Lenny dari Ciateul (2004) setebal 288 dengan harga Rp 150 ribu. Lenny sendiri bukanlah artis yang kering prestasi sehingga kisah hidupan layak untuk dibukukan. Tidak tanggung-tanggung, buku yang didesain khusus untuk menyambut ulang tahun yang ke-50 waktu itu, dikerjakan oleh sebuah tim penulis yang terdiri dari Titie Said, Lies Said, Yuni, Muthiah Alhasany, dan Titien Sukmono. Sejumlah selebritis lain yang juga membukukan kisahnya adalah Titik Puspa, Krisbiantoro, Dorce Gamalama, Ratih Sang, Oky Asokawati, Krisdayanti, Helmy Yahya, dll.

Menulis bersama penulis profesional kadang bisa melambungkan nama seseorang. Robert T. Kiyosaki tak akan pernah bisa menyelesaikan buku-buku best seller-nya jika tidak mendapat bantuan dari rekan penulisnya Sharon L. Lecthter. Begawan marketing Hermawan Kartajaya juga membutuhkan back up riset dari rekan-rekannya di Mark Plus untuk menghasilkan best seller seperti Marketing in Venus. Sementara Suryadi Sasmita menggandeng Paulus Winarto (penulis dan trainer) untuk menulis buku Top Secrets of Success.

Sekali lagi, bekerja bersama profesional sangatlah membantu kita. Jadi, cara-cara yang saya sebutkan tersebut absah dan sama sekali tidak mengurangi nilai bukunya. Perbedaannya hanyalah, secara pribadi kita akan jauh lebih puas jika mampu sepenuhnya menulis buku itu sendiri. Kita bisa menikmati sebuah idealisme dan proses pembelajaran yang komplit dari sebuah kegiatan menulis buku. Tak lebih![Edy Zaqeus: https://rcmbb.wordpress.com/%5D

Tips:

  1. Manakala waktu sangat terbatas sementara keinginan menulis sangat tinggi, menulis bersama penulis profesional adalah pilihan yang bijaksana.
  2. Jika bermaksud menulis bersama penulis profesional, pilihlah penulis dengan reputasi dan kemampuan bagus.
  3. Kenalilah mitra penulis profesional dengan baik karena anda akan berbagi gagasan dan wawasan dalam melahirkan sebuah buku.
  4. Pilihlah mitra penulis profesional yang dapat mempermudah hubungan dengan penerbit buku.
  5. Ajaklah mitra anda untuk tidak sekadar menulis buku, tetapi menulis buku best seller.