Tags

, , , , , ,

Jennie S. Bev

Kaver buku “Rahasia Sukses Terbesar” karya Jennie S. Bev

KATA PENGANTAR

Dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta orang dan angka melek huruf (literacy) yang tinggi, yaitu sekitar 86%, Indonesia semestinya merupakan ladang penerbitan buku yang sangat subur. Sayangnya, profesi penulis seringkali dipandang sebelah mata karena kurang menjanjikan penghasilan tetap, serta ada beberapa miskonsepsi tentang kegiatan tulis-menulis yang kurang memberikan manfaat bagi perkembangan perbukuan di Indonesia.

Sebagai perbandingan, di Amerika Serikat dalam satu tahun terbit sekitar 75 ribu buku. Di Indonesia, kelihatannya hanya sekitar 10% dari jumlah ini atau bahkan kurang (data soal ini masih diperdebatkan). Padahal, antara Indonesia dan Amerika jumlah penduduknya bisa dibilang sama-sama melampaui 200 juta (data 2004: penduduk AS 294 juta dan Indonesia 238 juta). Tentu saja ada variabel lain yang menyebabkan angka seperti ini, antara lain rendahnya daya beli dan kultur senang membaca yang semestinya lebih digiatkan lagi di Indonesia.

Selain itu, ada beberapa miskonsepsi mengenai profesi penulis. Seperti, adanya mitos bahwa kegiatan menulis itu sulit sekali dan memerlukan bakat yang luar biasa (untuk buku-buku genre tertentu). Ada lagi mitos bahwa seseorang hanya pantas menjadi penulis kalau sudah mencapai tahap tertentu dalam karir (untuk buku-buku profesi dan akademis). Bahkan ada yang membayangkan bahwa menulis adalah suatu pekerjaan super istimewa yang hanya pantas dijalankan oleh orang-orang eksentrik super kreatif (untuk buku-buku literatur), atau orang-orang idealis yang gemar berpetualang (untuk buku-buku reportase).

Apa pun miskonsepsi yang menghambat profesi tulis-menulis di Indonesia, sudah saatnya kita melihat dengan jernih seperti apa sebenarnya proses penulisan buku yang efektif dan efisien. Siapa pun Anda, sepanjang Anda bisa baca tulis, Anda pasti bisa menjadi penulis.  Ingat “there are all kinds of writers and all kinds of readers”. Dengan demikian, kita bisa dengan jelas melihat potensi dari profesi yang sangat menjanjikan ini.

“Resep Cespleng Menulis Buku Best Seller” secara gamblang memberikan tips, tricks dan bahkan tools yang mungkin tidak terpikirkan oleh pembaca umumnya, supaya bisa menulis ala profesional dan menerbitkan buku best seller yang luar biasa. Jalur-jalur penerbitan yang sebelumnya mungkin kurang diperhitungkan juga dibahas dengan sangat gamblang, dalam satu-satunya buku berbahasa Indonesia, yang mengajarkan bagaimana setiap orang yang bisa baca tulis mempunyai potensi untuk menjadi penulis best seller.

Sebagai seorang penulis perantauan yang telah membedah lebih dari 1.200 buku, menerbitkan 20 buku, dan lebih dari 900 artikel di mancanegara, saya sangat terkesan dengan resourcefulness penulis Edy Zaqeus dalam memaparkan rahasia sukses penulis-penulis best seller, serta tahap-tahap penulisan yang dapat dengan mudah dijalankan oleh penulis pemula. Kunci dari keberhasilan buku ini dalam membangunkan the sleeping writer in all of us adalah “best seller mindset” yang sudah mendarah daging di dalam diri Edy Zaqeus, seorang best-selling author.

Jika Anda masih termakan oleh mitos-mitos soal menulis dan menjadi penulis, sudah saatnya Anda membuang hal-hal tersebut. Saya sendiri adalah saksi hidup bahwa menulis itu gampang dan mencari nafkah dari menulis tidak kalah hasilnya dibandingkan dengan profesi lainnya. Kalau Edy, saya, dan banyak penulis lainnya bisa hidup nyaman dari menulis, mengapa Anda tidak? Intinya hanya satu: membangunkan sang penulis yang sedang tidur di dalam diri kita semua.

Salam,

Jennie S. Bev

San Francisco Bay Area, California, USA

*) Endorsement ini ditulis oleh Jennie S. Bev, seorang penulis, konsultan, educator, entrepreneur dan finalis 2003 EPPIE Award (USA) for excellence in electronic publishing under non-fiction how-to category. Baca perjuangan dan prestasinya di JennieSBev.com.