Saya bersama rekan-rekan sepertiĀ Her Suharyanto dan Hasudungan Sirait secara rutin mengisi program Writing Camp, baik yang kami adakan sendiri maupun yang diselenggarakan oleh Proaktif Writer Schoolen. Selama tiga hari saya dan kawan-kawan mendampingi peserta menyelesaikan bukunya hingga siap masuk ke penerbit. Bersama Proaktif Writing Schoolen kami sudah berhasil menyelenggarakan Writing Camp hingga angkatan ke-11 per November 2012.
Sementara mulai 2013 saya bersama Littera Institute yang saya dirikan bareng Her Suharyanto dan Anang YB juga mengadakan program Writing Camp sendiri, yang diselenggarakan di Bali maupun di Solo, menyusul penyelenggaraan di sejumlah kota. Sebagai writing coach, saya juga membantu sejumlah institusi untuk menyelenggarakan writing camp internal, seperti yang pernah diselenggarakan oleh Bank Indonesia, The Nature Concervancy, serta Bank BTN baru-baru ini.

Peserta Writing Camp berfoto bersama dengan senyum gembira usai perjuangan keras menyelesaikan naskah bukunya.
Gambaran acaranya begini. Peserta Writing Camp ‘dikarantina’ di SLDC, Sentul, Jawa Barat. Setiap waktu acaranya adalah berpacu menulis supaya naskah buku selesai pada hari ketiga dan kemudian bisa dipresentasikan langsung di depan penerbit yang diundang. Sementara saya dkk sebagai coach atau mentor mendampingi para peserta supaya mampu menyelesaikan dan merapikan naskah dengan baik.
Writing Camp ini didesain supaya peserta benar-benar fokus menyelesaikan naskah buku dan tidak terganggu oleh aktivitas sehari-hari. Dalam beberapa kasus memang ada peserta yang mulai dari nol sama sekali dan mampu menyelesaikan naskahnya dalam tiga hari. Namun itu butuh semangat, keterampilan menulis dasar, dan daya tahan menulis yang luar biasa.
Karena itu peserta Writing Camp biasanya merupakan alumni kelas “Menulis Artikel Menarik” dan/atau kelas “Menulis Buku Bestseller”. Peserta juga disarankan untuk memiliki kesiapan naskah yang sudah ditulis antara 40-60 persen. Peserta Writing Camp biasanya terdiri dari akademisi, profesional, dan terbanyak trainer atau public speaker yang datang dari berbagai penjuru Tanah Air.

Suasana saat peserta Writing Camp mempresentasikan naskah bukunya di depan penerbit pada hari terakhir camp
Calon peserta yang akan mengikuti program Writing Camp biasanya akan melewati tahap wawancara untuk mengetahui kesiapan dan kemampuan menulis. Calon peserta juga diminta mengirimkan naskah yang sudah ditulis dan hendak dibahas/diselesaikan di program ini. Selain itu, program ini juga menuntut komitmen waktu, daya tahan fisik, kemampuan konsentrasi, serta dorongan yang kuat untuk menyelesaikan naskah pada saat camp berakhir. Dan dari beberapa Writing Camp yang sudah terselenggara, tak sedikit peserta yang pulang langsung dengan mendapatkan komitmen naskahnya akan diterbitkan oleh penerbit yang berminat.
Informasi lebih lanjut tentang program Writing Camp hubungi Edy Zaqeus di 08159912074 atau 021-59400515 & Her Suharyanto di 081384275314 atau 021-7563659.



Hmmmm senangnya menyaksikan membayangkan dan menantikan…. hadirnya para penulis baru… memberikan jejak jejak abadi sepanjang perjalanannya…hidup atau sesudah tak lagi hidup…
Mas Ed, bimbing dan semangati serta persuasi siapapun yang bersentuhan dan berpapasan denganmu untuk menulis… menulis dan menulis…
Begitu banyak upaya tercurah untuk meninggalkan warisan… maka akan semakin banyak nanti yang meninggalkan warisan dalam bentuk buku… yang didalamnya terbentang keajaiban dan keindahan nirbatas….
Mbak Nuning, terima kasih semangatnya… akan dilaksanakan pesan-pesannya. Memang salah satu pesan moral atau bahkan fungsi penulis buku adalah mendorong dan memotivasi orang lain untuk menulis buku juga. Sebab, neegri kita masih kekurangan penulis maupun pembaca buku. Jadi, antara menulis dan mendorong orang lain untuk menulis memang perlu berjalan seiring. Salam hangat. ~ ez